Langsung ke konten utama

Sekda KSB : Aparatur Mesti Manfaatkan E-Mail


Taliwang – Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Ir W Musyafirin MM, meminta kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah untuk mengefektifkan komunikasi lewat e-mail, pada apel pagi, Selasa (27/03), di halaman Graha Fitrah, Kantor Bupati Sumbawa Barat.
“Semua Kepala SKPD maupun perangkat kerja yang berada di bawahnya, selain dengan pola komunikasi yang dibangun selama ini, bentuk komunikasi lewat e-mail juga perlu diintensifkan. Ini perlu dilakukan jika pada satu waktu, kepala SKPD tidak berada di tempat, maka koordinasi, konsultasi antara pimpinan dengan staff dapat dilakukan melalui e-mail. Begitu juga Kepala SKPD dengan Bupati, agar dapat menyampaikan segala bentuk kegiatan baik yang telah dilaksanakan, maupun yang akan dilaksanakan melalui e-mail,” tegas Sekda.
“Komunikasi ini sangat efektif dalam rangka membangun sinergisitas dalam kinerja seluruh aparatur. Selain koordinasi, konsultasi, dan komunikasi lainnya. Setiap Kepala SKPD dapat juga menyampaikan Term Of Reference (TOR) kegiatan tahunan, telaahan staff dan bentuk kajian lainnya melalui e-mail,” tukas Musyafirin.
Menurut Sekda, dengan semakin tingginya tuntutan peran pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, maka secara otomatis para Abdi Negara ini dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya adalah membangun komunikasi yang efektif dan efisiensi antar berbagai stakeholder pembangunan.
“Insya Allah, dengan e-mail, pola komunikasi yang efektif dan efisien dapat kita lakukan” ujar Firin, panggilan akrab Sekda KSB.
Untuk diketahui, e-mail adalah surat elektronik atau pos elektronik  (bahasa Inggris: email), merupakan sarana kirim mengirim surat melalui jalur jaringan komputer (Internet, red). Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet. Surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.
Senada dengan Sekda, Kabag Humas PDE Setda KSB, Yahya Soud S.Pd M.M, menjelaskan bahwa, himbauan untuk menggunakan e-mail dalam membangun komunikasi dengan Pimpinan Daerah, sebenarnya sudah sejak tahun 2008.
“Cuma mungkin saat itu masih perlu ada penyesuaian, baik keberadaan perangkat,  fasilitas, maupun mekanisme operasional dari pola komunikasi yang akan dilakukan. Insya Allah di tahun 2012 ini Bagian Humas PDE akan mencoba mengakomodir model komunikasi tersebut melalui perangkat Website KSB,” kata Yahya, sembari tersenyum.
“Fasilitas yang ada sekarang sangat praktis untuk bisa melakukan komunikasi melalui Internet setiap saat. Yang jelas harapan Pemerintah Daerah, dengan digalakkan kembali pemanfaatan e-mail ini, akan sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat.” pungkas Kabag. Humas. [rm/HumasPDE]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahun 2012, Batas Akhir Honorer Menjadi CPNS

Taliwang  – Pemerintah menargetkan penyelesaian masalah honorer tuntas pada tahun ini. Pasalnya, pengangkatan CPNS dari honorer kategori satu telah dilakukan tahun lalu. Itu berarti yang tersisa honorer kategori dua. “Penyelesaian honorer akan dituntaskan pada tahun ini. Yang jadi sasaran adalah honorer kategori dua, karena kategori satu sudah tahapan menunggu penetapan NIP,” tutur Sekretaris BK Diklat Sumbawa Barat, A Malik Nurdin, (27/4). Pantauan KOBAR, para tenaga honorer berbondong-bondong mendatangi BK Diklat KSB untuk memasukkan dokumen yang disyaratkan terkait perekaman tenaga honorer katagori dua yang akan ditetapkan sebagai CPNS oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Untuk honorer kategori dua akan dimasukkan dalam formasi CPNS 2012 dan dites tahun ini. Sedangkan pemberkasan NIPnya dilakukan pada 2013. “Kategori dua akan dituntaskan tahun ini. Kalau kategori dua akan melalui proses panjang, karena mereka masih harus dites lagi. Tidak seperti kategori satu yang ta...

Kisah Seorang Polisi Yang Menilang Sri Sultan HB IX

K ota batik Pekalongan di pertengahan tahun 1960an menyambut fajar dengan kabut tipis, pukul setengah enam pagi polisi muda Royadin yang belum genap seminggu mendapatkan kenaikan pangkat dari agen polisi kepala menjadi brigadir polisi sudah berdiri di tepi posnya di kawasan Soko dengan gagahnya. Kudapan nasi megono khas pekalongan pagi itu menyegarkan tubuhnya yang gagah berbalut seragam polisi dengan pangkat brigadir. Becak dan delman amat dominan masa itu , persimpangan Soko mulai riuh dengan bunyi kalung kuda yang terangguk angguk mengikuti ayunan cemeti sang kusir. Dari arah selatan dan membelok ke barat sebuah sedan hitam ber plat AB melaju dari arah yang berlawanan dengan arus becak dan delman . Brigadir Royadin memandang dari kejauhan ,sementara sedan hitam itu melaju perlahan menuju kearahnya. Dengan sigap ia menyeberang jalan ditepi posnya, ayunan tangan kedepan dengan posisi membentuk sudut Sembilan puluh derajat menghentikan laju sedan hitam itu. Sebuah sedan tahun lima...

Taliwang Dalam Peta Sejarah Indonesia

Oleh:  Fathi Yusuf, S.Pd., M.Pd.* Taliwang yang sekarang ini kita kenal sebagai ibu kota baru di wilayah paling barat pulau Sumbawa, mempunyai sejarah yang sangat panjang, lebih panjang daripada kehadiran Kesultanan Sumbawa di Sumbawa. Taliwang dan Seran, sebelum masuknya Islam ke Sumbawa merupakan dua kerajaan yang paling besar di bagian barat Pulau Sumbawa (daerah Ano Rawi/daerah matahari tenggelam). Benarkah hal ini? kenapa dalam beberapa buku sejarah Sumbawa dan NTB menyebutkan bahwa kerajaan Seran, Taliwang, dan Jereweh sebagai kerajaan kecil, benarkah demikian? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut akan berdengung di pikiran pembaca yang terhormat, atau bahkan mungkin ada yang mengatakan bahwa tulisan ini adalah pembelokkan sejarah dari sejarah yang telah ada? Saya mengajak kita semua untuk melepaskan diri dari “zona kenyamanan kita” tentang sejarah Sumbawa yang sudah berkarat di pikiran kita Tau Samawa (baca: orang Sumbawa) selama ini. Saya telah membaca beberap...